Tugas Produktif

 Langkah melakukan konfigurasi pada sistem operasi MikroTik

  1. Buka Winbox koneksikan dengan perangkat router.
  2. Pada RouterOS pilih menu IP -> Address
    Tambahkan alamat IP dengan cara mengklik tombol Plus(+) berwarna biru, selanjutnya masukkan alamat IP. Misal diberikan alamat IP 172.10.70.19/24, seperti pada gambar.

    Klik Apply kemudian OK.
  3. Setting DNS pada menu IP->DNS
    Pada setting DNS ini berbeda dengan mengisi Ip Address, karena kita akan mengisikan alamat pada bagian server. Misal pada server beralamat 172.10.70.1.

    Jangan lupa centang Allow Remote Requests, agar klien dapat terakses dengan alamat DNS dari Router kita.
    Klik Aplly kemudian OK.
  4. Selanjutnya konfigurasi Gateway, pilih menu IP->Routes
    Tambahkan router baru dengan menekan tombol Plus(+) yang berwarna biru.
    Untuk setting ini pada address biarkan kosong, cukup mengisikan pada kolom Gateway saja, seperti pada gambar.

    Klik Apply kemudian OK.

Cek Ping ke Gateway

Untuk memastikan apakah setting yang kita buat tadi dapat terkoneksi atau tidak maka kita akan melakukan pengecekan. Dengan cara melakukan ping pada Google. Sebelumnya koneksikan terlebih dahulu Router agar dapat terhubung ke internet. Ketikan ping google.com pada terminal yang ada pada menu.



Agar Klien dapat Terkoneksi ke Internet

  1. Buka menu IP->Address
    Kemudian tambahkan alamat IP untuk Klien. Misal kita tambahkan alamat IP 172.158.1.1/24

    Jangan lupa pada kolom interface pilih wlan1.
    Klik Apply dan OK
  2. Setting IP Firewall-NAT
    Klik kanan pada wireless  kemudian pilih Enable

    Kemudian double klik pada Type. Setting seperti pada gambar di bawah
    Untuk SSID adalah nama Wireless dari Router yang akan kita pancarkan atau yang akan muncul di klien. Misal nama di bawah menggunakan “nama alamat”

    Klik Apply dan OK.
  3. Setting IP DHCP
    Pilih menu IP->DHCP Server.

    Pilih DHCP Setup klik Next sampai selesai
  4. Setting Security Profile
    Langsung saja Klik Apply dan OK
  5. Langkah terakhir adalah mengkoneksikan perangkat wireless dengan device lainnya

Pengertian Job Sheet

Job Sheet atau lembar penuntun merupakan daftar cek tentang langkah- langkah yang harus diikuti ketika mengoprasikan atau mempraktikan sesuatu Azhar Arsyad, 2014:37. Abdillah 2013:3 mendeskripsikan bahwa job sheet adalah lembaran-lembaran siswa berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembaran kerja job sheet dikutip dari SUBDIT PEMBELAJARAN DIT. PSMK httpsdocs.google.com adalah lembar pekerjaan yang memiliki gambar kerja sebagai materi yang akan dipraktekkan dan dibarengi langkah-langkah kerja operasional serta dilengkapi lembar evaluasi hasil praktek peserta didik Job sheet digunakan praktikan pada saat mengerjakan kerja praktek ataupun praktikum agar praktikan lebih mudah mengerjakan apa yang dikerjakan sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukkan I Gusti Bagus, 2012: 20 Pengertian di atas dijelaskan bahwa job sheet merupakan alat bantu pembelajaran berupa lembar kerja yang berisi petunjuk kerja yang disertai teknik gambar tentang langkah-langkah yang harus dikerjakan siswa untuk mengefekifkan proses pembelajaran. Manfaat yang diperoleh siswa bila menggunakan job sheet pada saat praktik yaitu lebih memahami, mengerti, dan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan benar sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang ada didalamnya. Job sheet pada pembuatan pola dasar teknik draping yaitu job sheet yang berisi materi mengenai pembuatan pola dasar teknik draping. Pada penelitian ini materi pada job sheet difokuskan pada proses pembuatan pola dasar teknik draping badan atas dan bawah rok bagian depan dan belakang mulai dari awal hingga akhir yang disertai dengan gambar. Job sheet yang dibuat pada penelitian ini memuat beberapa point penting yaitu: 1 Tujuan pembelajaran: menggambarkan tujuan yang akan dicapai setelah siswa mengikuti pelajaran 2 Bahan: menjabarkan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran 3 Alat: menjabarkan alat yang diperlukan dalam proses pembelajaran 4 Keselamatan kerja: ketentuan yang harus diterapkan agar tercipta keselamatan dalam bekerja 5 Langkah kerja: berisi tentang langkah-langkah yang harus dikerjaka selama proses pembelajaran. pada bagian inilah inti dari materi yang akan diberikan pada siswa.Job Sheet atau lembar penuntun merupakan daftar cek tentang langkah- langkah yang harus diikuti ketika mengoprasikan atau mempraktikan sesuatu Azhar Arsyad, 2014:37. Abdillah 2013:3 mendeskripsikan bahwa job sheet adalah lembaran-lembaran siswa berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembaran kerja job sheet dikutip dari SUBDIT PEMBELAJARAN DIT. PSMK httpsdocs.google.com adalah lembar pekerjaan yang memiliki gambar kerja sebagai materi yang akan dipraktekkan dan dibarengi langkah-langkah kerja operasional serta dilengkapi lembar evaluasi hasil praktek peserta didik Job sheet digunakan praktikan pada saat mengerjakan kerja praktek ataupun praktikum agar praktikan lebih mudah mengerjakan apa yang dikerjakan sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukkan I Gusti Bagus, 2012: 20 Pengertian di atas dijelaskan bahwa job sheet merupakan alat bantu pembelajaran berupa lembar kerja yang berisi petunjuk kerja yang disertai teknik gambar tentang langkah-langkah yang harus dikerjakan siswa untuk mengefekifkan proses pembelajaran. Manfaat yang diperoleh siswa bila menggunakan job sheet pada saat praktik yaitu lebih memahami, mengerti, dan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan benar sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang ada didalamnya. Job sheet pada pembuatan pola dasar teknik draping yaitu job sheet yang berisi materi mengenai pembuatan pola dasar teknik draping. Pada penelitian ini materi pada job sheet difokuskan pada proses pembuatan pola dasar teknik draping badan atas dan bawah rok bagian depan dan belakang mulai dari awal hingga akhir yang disertai dengan gambar. Job sheet yang dibuat pada penelitian ini memuat beberapa point penting yaitu: 1 Tujuan pembelajaran: menggambarkan tujuan yang akan dicapai setelah siswa mengikuti pelajaran 2 Bahan: menjabarkan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran 3 Alat: menjabarkan alat yang diperlukan dalam proses pembelajaran 4 Keselamatan kerja: ketentuan yang harus diterapkan agar tercipta keselamatan dalam bekerja 5 Langkah kerja: berisi tentang langkah-langkah yang harus dikerjaka selama proses pembelajaran. pada bagian inilah inti dari materi yang akan diberikan pada siswa.

Komentar

Postingan Populer